Leave Your Message
Dalam lima tahun ke depan, siapa yang akan memimpin pasar pengawasan CCTV cerdas global?
Berita Industri

Dalam lima tahun ke depan, siapa yang akan memimpin pasar pengawasan CCTV cerdas global?

Tanggal 09-04-2024

Sejak awal pandemi pada tahun 2020, industri keamanan cerdas telah bergulat dengan berbagai ketidakpastian dan tantangan. Isu-isu seperti ketidakseimbangan rantai pasokan, fluktuasi harga bahan baku, dan kekurangan chip telah menyelimuti industri ini dalam ketidakpastian. Namun, di tengah kompleksitas ini, kemajuan signifikan telah dicapai dalam teknologi kecerdasan buatan (AI), yang mendorong berbagai negara dan pemerintah untuk memprioritaskan kepentingan strategisnya.

162z 

Beberapa tahun terakhir telah menyaksikan evolusi pesat dalam teknologi AI, dengan negara-negara semakin menekankan integrasinya di berbagai sektor. Khususnya, Tiongkok telah muncul sebagai pelopor dalam adopsi AI, dengan keunggulan substansial dalam penetrasi front-end cerdas di skala global.

 

Data terbaru menunjukkan bahwa pada tahun 2020, tingkat penetrasi pengiriman kamera jaringan AI di seluruh dunia telah melampaui 15%, dengan Tiongkok mendekati 19%. Proyeksi menunjukkan lonjakan substansial dalam penetrasi kamera AI global pada tahun 2025, dengan perkiraan tingkat penetrasi 64% secara global dan 72% di Tiongkok. Hal ini menggarisbawahi keunggulan signifikan Tiongkok dalam penetrasi dan penerimaan AI di seluruh dunia.

 

Kemajuan dalam kecerdasan front-end semakin cepat, memfasilitasi beragam skenario aplikasi.

Sebelumnya dibatasi oleh daya komputasi dan biaya, kamera front-end hanya dapat menjalankan tugas-tugas dasar seperti pengenalan objek. Namun, dengan peningkatan daya komputasi dan pengurangan biaya secara eksponensial, perangkat front-end kini dapat menangani tugas-tugas yang lebih kompleks seperti penataan video dan peningkatan kualitas gambar.

 

Tingkat penetrasi sistem back-end pintar terus meningkat, dengan China mempelopori tren global.

Adopsi kecerdasan back-end sedang meningkat, dengan Tiongkok memimpin. Pada tahun 2020, pengiriman global perangkat back-end mencapai 21 juta unit, dengan perangkat pintar menyumbang 10%, dan Tiongkok menyumbang 16%. Pada tahun 2025, penetrasi segmen akhir AI global diproyeksikan mencapai 39%, dengan Tiongkok diantisipasi meraih 53%.

 

Pertumbuhan data yang eksponensial telah mengkatalisasi pengembangan kantor tengah keamanan.

Maraknya perangkat front-end dan back-end yang cerdas telah menghasilkan banjir data terstruktur dan tidak terstruktur, yang mengharuskan pembentukan pusat keamanan yang tangguh. Memaksimalkan manfaat data ini dan mengekstraksi nilai yang mendasarinya merupakan tantangan signifikan bagi pusat keamanan.

 

Pola investasi di berbagai industri mencerminkan percepatan pengembangan infrastruktur cerdas.

Solusi cerdas semakin banyak digunakan di berbagai sektor, dengan sektor perkotaan, transportasi, pemerintahan, perdagangan, keuangan, dan pendidikan menyaksikan investasi besar dalam infrastruktur keamanan pintar.

 

Pengawasan video pintar memberdayakan berbagai industri.

Pemerintah di seluruh dunia secara aktif mempromosikan digitalisasi perkotaan, mengkatalisasi inisiatif seperti proyek kota aman dan kota pintar. Upaya terpadu ini mendorong kemajuan sistem keamanan cerdas dalam lanskap perkotaan.

2nz5 

Ringkasan

Perkembangan pengawasan CCTV cerdas ditandai dengan semakin mendalamnya tingkat kecerdasan dan meningkatnya tingkat penetrasi peralatan cerdas. Dengan Tiongkok sebagai pemimpin, Tiongkok siap mendominasi lanskap global pengawasan video cerdas, menandai pergeseran signifikan menuju era yang ditandai oleh solusi keamanan cerdas.